Setelah Proklamasi 17 Agustus 1945, wilayah Bandung dan sekitarnya memasuki periode yang sangat dinamis. Lembang, dengan posisinya di utara Bandung dan jalur-jalur menuju pegunungan, tidak berdiri di luar perubahan tersebut.
Infrastruktur lama, perkebunan, jalan menuju Bandung, dan berbagai bangunan yang sebelumnya memiliki fungsi kolonial masuk ke dalam konteks politik dan militer yang baru. Perpindahan penduduk, perubahan penguasaan wilayah, dan ketidakpastian keamanan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
Untuk memahami Lembang pada 1945–1948, kita perlu melihatnya sebagai bagian dari lanskap Bandung Raya. Peristiwa besar di Bandung memengaruhi kawasan di utara, sementara jalur-jalur melalui Lembang, Cisarua, Parongpong, dan daerah sekitarnya memiliki nilai strategis.
Jejak periode ini tersebar dalam arsip militer, berita, kesaksian warga, foto, dan ingatan keluarga. Sebagian bangunan dan lokasi yang hari ini tampak biasa mungkin pernah memiliki fungsi berbeda ketika situasi perang dan revolusi berlangsung.
Portal Masa akan terus mengembangkan node ini dengan menambahkan lokasi, tokoh, rute, dan sumber primer yang lebih spesifik. Tujuannya bukan hanya menyusun kronologi perang, tetapi juga memperlihatkan bagaimana masyarakat lokal mengalami masa transisi yang penuh ketidakpastian.