Jauh sebelum Lembang dikenal sebagai kawasan perkebunan, peristirahatan, dan wisata pegunungan, wilayah ini sudah memiliki sejarah permukiman yang lebih tua. Dalam penelusuran arsip awal, nama Lemback muncul bersama tokoh yang disebut Singamarta.

Bagi penelitian sejarah lokal, kemunculan nama seperti Singamarta penting karena membantu kita bergerak melewati gambaran Lembang yang hanya dimulai pada abad ke-19. Ia membuka pertanyaan tentang struktur kampung, jumlah rumah tangga, kewajiban penduduk, jalur hubungan dengan wilayah lain, serta perubahan administrasi di Priangan.

Informasi periode ini harus dibaca hati-hati karena ejaan nama tempat dan orang dapat berubah, begitu pula istilah administratif yang digunakan dalam dokumen VOC atau terjemahan modern. Namun justru dari potongan-potongan kecil itu, gambaran tentang Lemback lama dapat mulai disusun.

Portal Masa menempatkan Singamarta sebagai salah satu simpul awal untuk memahami sejarah Lembang sebelum perkebunan besar. Penelitian lanjutan akan terus menghubungkan nama ini dengan sumber VOC, toponim, jalur permukiman, dan perubahan lanskap di sekitar cekungan Lembang.