Nama Djajagiri muncul dalam berbagai jejak sejarah kawasan Lembang, terutama ketika membahas perkebunan, kina, dan keluarga Jansz. Dalam catatan keluarga, Djajagiri tidak hanya dikenang sebagai tempat kerja, tetapi sebagai ruang hidup yang mengikat beberapa generasi.
Salah satu jejak tertulis yang penting datang dari pemberitaan kolonial mengenai kebakaran besar di kawasan Tangkuban Prahu. Api merembet ke kebun kina onderneming Djajagiri. Dalam laporan itu disebut seorang administratur bernama Jansz yang terlibat langsung dalam upaya menghadapi kebakaran. Pemberitaan tersebut menunjukkan bahwa hubungan keluarga Jansz dengan Djajagiri bukan sekadar ingatan keluarga, tetapi juga memiliki jejak dalam pers kolonial.
Di sisi lain, sumber keluarga memberi dimensi yang tidak selalu hadir dalam koran: hubungan antargenerasi, perpindahan, pernikahan, kehidupan anak-anak, pengalaman perang, dan nasib anggota keluarga setelah masa kolonial berakhir. Dalam penelitian Portal Masa, keterangan keluarga seperti ini diperlakukan sebagai sumber sejarah yang sah, terutama ketika asal-usul informasinya jelas.
Salah satu prinsip penting dalam membaca Djajagiri adalah tidak memisahkan arsip tertulis dan ingatan keluarga secara kaku. Arsip dapat memberi tanggal, jabatan, atau peristiwa; keluarga memberi konteks kehidupan, hubungan antarorang, dan detail yang sering tidak pernah masuk ke dokumen resmi.
Karena itu, Djajagiri menjadi contoh bagaimana sejarah lokal bekerja: sebuah tempat dapat dibaca melalui koran, batu nisan, catatan keluarga, foto, wawancara, dan sisa lanskap. Masing-masing tidak selalu lengkap, tetapi ketika disusun bersama, mereka membentuk cerita yang jauh lebih utuh.
TEMPAT · Akhir abad ke-19 – awal abad ke-20
Djajagiri: Perkebunan, Keluarga Jansz, dan Jejak Jayagiri
Djajagiri adalah salah satu simpul penting sejarah Jayagiri–Lembang: perkebunan kina, keluarga Jansz, kebakaran besar, serta ingatan keluarga yang masih bertahan hingga kini.